Desa Penghasil Batik yang Penduduknya Bisa Mandiri dalam ekonomi Bernama Desa Pilang

Pilang – merupakan sebuah desa kecil yang lokasinya masuk wilayah administrasi Kabupaten Sragen namun wilayahnya terletak di perbatasan antara Solo, Karanganyar serta Sragen ini telah menjelma menjadi desa yang mandiri perekonomiannya karena hasil kerajinan industri kecil batik. Posisi desa yang ada di bantaran sungai Bengawan Solo ini dan lumayan jauh dari jalur jalan Raya antar kota Solo – Sragen telah membentuk citra desa yang terpinggir namun ternyata masyarakatnya maju dalam memanfaatkan potensi kearifan lokal dengan produk batiknya.

Awalnya sekitar lebih dari 50 tahun yang lalu, penduduk desa ini bekerja sebagai petani. Setelah musim tanam selesai, banyak para wanita dan sebagian kecil kaum laki laki pada merantau ke kota Solo untuk menjadi pekerja di industri batik di dearah laweyan dan kauman di Solo. Lama lama mereka yang berkerja membatik itu mahir seluk beluk teknik pembatikan. Sebagian dari mereka memutuskan untuk membuka usaha mandiri di rumah dan mengajak kerabat serta tetangga mereka untuk menghasilkan batik di industri kecil yang mereka kelola bersama sama. Hasil produksi batik dijual ke Kota solo yang merupakan pasar batik terkenal dan memang menjadi tujuan berbelanja batik di saat itu.

Ketekunan penduduk desa dalam hal kerajinan batik ternyata membuahkan hasil. Banyak penduduk desa yang meniru kesuksesan tetangga mereka yang telah duluan mapan perekonomiannya dalam usaha batik. Penduduk desa yang sering merantau ke kota seberang pun pada pulang kampung untuk menekuni usaha yang sama. Hasilnya adalah penduduk desa pilang ini bisa mandiri dengan mendirikan home industri batik untuk menopang nafkah keluarga mereka.

Dengan maraknya penggunaan media internet sebagai sarana berpromosi yang bisa menjangkau seluruh Indonesia, kini banyak pengrajin batik di desa pilang yang berfokus kepada industri pesanan kain batik untuk seragam batik. Sekarang ini siapapun dari berbagai penjuru Indonesia bisa mengakses info tentang pemesanan kain batik di desa pilang.

Kain batik pesanan untuk baju seragam batik itu biasanya datang dari pihak sekolah untuk baju seragam batik siswa sekolah maupun untuk pegawai dan guru guru. Selain itu dinas dinas pemerintah dan instansi perusahaan swasta juga menambah banyaknya pesanan yang masuk ke dapur produksi industri batik di desa pilang ini.

Dukungan dari pemerintah Sragen pun selalu datang setiap tahunnya. Para pemuda desa pada diikutkan dalam berbagai pameran hasil industri UMKM di berbagai kota untuk mewakili usaha keluarganya. Pemerintah sragen pun berharap tidak hanya desa pilang yang bisa mandiri secara ekonomi, melainkan desa lain juga harus mencontohnya. Selain itu tidak hanya batik yang akan dikembangkan, karena masih banyak potensi kearifan lokal yang bila dikembangkan bisa menjadi potensi yang luar biasa untuk meningkatkan kualitas hidup dan perekonomian masyarakat desa.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *