Mengenal Ragam Motif Batik Parang

Sejak dahulu hingga diawal tahun 90 an Batik telah dianggap sebagai pakaian untuk orang tua saja ataupun hanya sebagai pakaian untuk acara acara adat Jawa saja. Kaum muda lebih tertarik untuk berbusana textile polos dengan style barat dari pada menggunakan batik yang asli Indonesia. Padahal batik merupakan kekayaan asli Indonesia yang mempunyai nilai luhur dan harus dilestarikan.


Berkat kegigihan pemerintah yang mengurusi bidang budaya dan pendidikan, berbusana batik mulai diwajibkan kepada anak sekolah, pegawai pegawai negeri dan bahkan presiden pun mencontohkan.

Sehingga kini di zaman modern ini sampai sampai masyarakat telah berubah stigmanya terhadap batik menjadi busana yang bagus, dan menunjukkan wibawa.

Peningkatan citra batik ini juga dikarenakan dukungan dari para designer – designer muda dalam hal tata busana Indonesia yang memperkenalkan rancangan busana batik dan mengubah kain batik yang menjadi busana yang bagus bagus baik untuk pria maupun wanita.

Karena itu, pelan namun pasti trend batik telah menjelma menjadi pakaian yang tak lekang zaman dan cocok untuk semua aktivitas.


Motif batik terutama yang berasal dari Yogyakarta dan Solo memiliki beragam nama dan corak motifnya. Ada ratusan jenis motif batik kalau dicermati.

Satu yang paling terkenal adalah motif batik parang. Sekilas masyarakat umum bisa mengenali motif batik parang ini dari bentuknya berupa alur garis dengan kemiringan 45 yang terdiri dari beberapa bentuk yang saling berhubungan.

Awalnya di masa kerajaan, batik parang hanya boleh dipakai oleh raja saja karena motif batik ini mengandung simbol kekuatan dan kekuasaan.


Sekarang ini baik di solo maupun di Yogyakarta telah tumbuh dan berkembang berbagai motif batik parang sebagai pengembangan dari motif batik parang yang sederhana itu. Tentu saja masing masing motif batik parang mempunyai makna dan filosofinya masing – masing. Silahkan perhatikan ulasan berikut ini :

Parang Rusak

Menurut cerita motif batik parang rusak ini dibuat atas inspirasi dari pertapaan Danang Sutowijoyo di pinggir pantai. Ombak pantai yang besar yang menghempas pantai telah merusakkan batu karang. Sehingga sesampainya di rumah, maka muncullah ide membuat motif batik parang rusak.


Kalau dicermati secara detil bentuk dasar leter ‘S’ di batik parang rusak ini melambangkan ombak samudra, sambing menyambung motif yang tidak pernah putus pada motif parang menyimbolkan hubungan yang terus tersambung.

Garis lurus diagonal pada batik parang rusak menyiratkan rasa hormat, keteladanan untuk tetap memegang nilai-nilai kebenaran untuk hidup yang mulia.
Parang Barong

Sebutan parang barong ini dikarenakan motif parang jenis ini memiliki ukuran yang besar besar sekitar 20 cm. Kata barong sendiri dalam bahasa Jawa mempunyai arti Macan yang bertubuh besar dan sebagai Raja hutan. Jadi pantas saja motif batik ini disebut parang barong.


Parang Barong dibuat atas ide dari Sultan Agung Hanyakrakusuma yang dipakai hanya untuk Raja terutama ketika sedang bermeditasi.

Motif Parang barong ini menyiratkan makna bahwa seorang raja harus berwibawa, memerintah dengan bijaksana dan penuh pengendalian diri sehingga terwujud kerajaan yang adil dan makmur.
Parang Kusumo

Kusumo dalam bahasa Jawa bermakna bunga. Jadi batik parang kusumo adalah batik bermotif parang yang dikombinasi dengan isian bunga bunga.

Batik ini memiliki makna filosofi bahwa manusia harus mencari keharuman baik nama yang harum dan jiwa yang harum ditunjukkan oleh budi perkerti dan tata krama yang baik sehingga banyak disukai oleh banyak orang.


Awlnya Batik parang kusumo hanya boleh dipakai oleh keluarga dan kerabat kerajaan terutama pada saat prosesi tukar cincin atau lamaran.
Parang Slobog

Awalnya batik bermotif ini hanya dipakai untuk 2 moment acara saja. Yaitu yang pertama adalah moment pelantikan pejabat. Harapannya adalah agar sang pejabat bisa memegang kekuasaan untuk sepenuhnya mengayomi masyarakat serta menjadi pemimpin yang bijaksana dan adil.

Selain itu tambahan corak slobog mengisyaratkan bahwa pemimpin harus jujur karena tanggung jawabnya nanti akan diperhitungkan ketika sudah meninggal di alam akhirat.


Yang kedua adalah batik parang slobog ini bisa dipakai ketika prosesi pemakaman. Harapannya adalah orang yang meninggal bisa lancar arwahnya menghadap sang pencipta.
Parang Klitik

Batik motif parang klitik ini coraknya dibuat dengan kesan feminim dan dulu hanya boleh dipakai oleh putri raja. Dalam membuatnya memang garis garis parang dibuat melikuk liuk dan juga isian bunga bunga agar menambah kesan kewanitaan.
Parang Tuding

Batik parang Tuding ini seringnya digunakan oleh orang tua. Tuding sendiri bermakna menunjuk. Sehingga pemakainya mempunyai harapan bisa menunjukkan hal hal yang bersifat kebaikan dan keselamatan.
Parang Curigo

Curigo dalam bahasa Jawa bermakna keris. Batik ini biasanya berwarna dasar hitam atau warna gelap lainnya. Masyarakat awam sering menjulukinya sebagai batik keris karena memang bentuk garis pada corak parangnya menyerupai keris dengan garis yang zigzag seperti keris.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *