Rumah Sitaan Permasalahan Penggelapan Simulator SIM Jadi Museum Batik

Penguasa Kota Solo akan mengganti rumah elegan sisa kepunyaan tahanan permasalahan penggelapan simulator SIM, Djoko Susilo jadi Museum Batik. Rumah yang terletak di Jalur Perintis Kebebasan No 70, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah itu disita KPK pada 2013 dahulu.

Orang tua Kota Solo FX Hadi Rudyatmo berkata konsep pembuatan Museum Batik wajib mengaitkan warga setempat. Beliau berambisi kehadiran Museum Batik bisa tingkatkan ekonomi warga dekat.

” Kita gali kemampuan yang terdapat di Kota Solo ini. Peninggalan ini kepunyaan warga bukan kepunyaan Pemkot. Jadi yang aman wajib masyarakatnya dahulu,” tutur laki- laki yang bersahabat disapa Rudy itu, Selasa( 28 atau 1).

artikel terbaik : pabrik batik terlaris di indonesia

Pembangunan Museum Batik di rumah elegan itu, bagi Rudy, amat berargumen. Dengan cara historis, Laweyan memanglah diketahui bagaikan Desa Batik. Dari Laweyan timbul nama- nama majikan Batik terkenal. Salah satunya, Tjokrosumarto serta KH Samanhudi. Mereka berdua ialah majikan batik berhasil yang sukses mengekspor produknya ke Eropa di dini 1900- an.

Rumah kepunyaan Djoko Susilo yang disita KPK itu sendiri dulu ialah kepunyaan majikan batik yang lumayan berhasil, Priyo Suharto. Rumah itu luang bertukar owner sebagian kali saat sebelum kesimpulannya jatuh ke tangan mantan Kepala Korlantas Polri itu.

Rudy menarangkan museum batik itu esoknya tidak cuma menunjukkan motif- motif batik klasik khas Solo. Tidak menutup mungkin, museum itu pula memajang karya- karya artis batik terkini. Beliau membutuhkan pengelola museum batik esoknya aktif melangsungkan aktivitas edukatif buat lebih mengenalkan batik pada wisatawan.

” Esok di mari terdapat hotel. Turis- turis dapat menginap sembari berlatih membatik,” tuturnya.

Rumah Sitaan Permasalahan Penggelapan Simulator SIM Jadi Museum BatikMantan Kakorlantas Polri Djoko Susilo dikala menempuh konferensi di Majelis hukum Perbuatan Kejahatan Penggelapan, Jakarta Selatan.( Gambar: Fanny Octavianus)

Amati pula: KPK Lelang Tanah serta Kondominium Djoko Susilo Senilai Rp179, 6 M

Gedung elegan di atas tanah seluas 3. 077 m persegi itu disita KPK terpaut permasalahan penggelapan logistik simulator SIM pada 2013. Sehabis lewat cara di Departemen Finansial, peninggalan senilai Rp49 miliyar itu diserahkan ke Pemkot Solo Oktober 2017.

Walaupun sudah legal mempunyai gedung itu, Pemkot tidak dapat langsung memakainya. Keluarga Djoko Susilo menggugat perampasan rumah itu ke Dewan Agung. Tetapi, dalam konferensi yang berjalan Maret 2019 kemudian Dewan Agung melaporkan perebutan bersumber pada Tetapan No 537 K atau Pid. Sus atau 2014 bertepatan pada 4 Juni 2014 itu sudah berdaya hukum senantiasa.

Tidak hanya terkendala cara hukum di MA, eksploitasi rumah elegan berasitektur Indische itu tertahan oleh perabotan elegan serta koleksi keramik antik yang terdapat di dalam gedung. Pemkot kesekian kali bertamu keluarga Djoko Susilo buat lekas mengutip beberapa barang itu. Tetapi tidak menemukan jawaban positif.

” Kesimpulannya Desember 2019 kemudian isinya kita kosongkan seluruh. Kita alih ke Rumah Pak Djoko Susilo di Manahan. Sedang di Solo pula. Durasi pemindahan pula disaksikan Kejaksaan serta KPK,” Tutur Kepala Biro Pemasukan Pengurusan Finansial serta Peninggalan Wilayah( DPPKAD) Solo, Yosca Herman Sudrajat.

Hal realisasi pembuatan Museum Batik, Yosca berkata grupnya belum dapat berikan penjelasan komplit. Alasannya, Pemkot sedang menata perinci pemograman pengurusan museum itu. Beliau pula berkata penganggaran di APBD 2020 buat rumah elegan itu cuma hingga perhitungan perawatan.

” Buat pengembangan museumnya belum. Sangat kilat betul akhir tahun esok jika dapat masuk di perhitungan pergantian,” tuturnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *