Tips Mendesign Baju Batik Agar Lebih Bagus Dipakai

Semua warga negara Indonesia wajib berbangga dengan memakai baju batik. Untuk menumbuhkan kecintaan pada budaya nasional yang mempunyai nilai yang tinggi ini, pemerintah menghimbau seluruh sekolah, instansi dan semua pejabat untuk berseragam batik di hari hari tertentu. Kini bisa dilihat dalam dua hari dalam satu pekan, siswa sekolah memakai baju seragam batik. Ini salah satu cara yang effektif agar batik tidak punah tergerus modernisasi dan juga sekaligus membantu menggeliatkan ekonomi usaha kecil kampung kampung penghasil batik di Indonesia.

Berikut ini adalah tips bagaimana mendesign baju batik agar terlihat lebih bagus dan mempunyai estetika yang baik. Sehingga baju batik tak hanya sekedar baju bergambar seperti halnya baju lainnya yang ada garis garis warna yang berbeda saja. Padu padan motif batik dengan ilmu design busana yang tepat tentunya akan membuat baju batik lebih baik dan memberi nilai lebih bagi pemakainya.

  1. Baju batik dengan motif non geometris

Kalau anda mau membuat baju batik untuk dipakai menghadiri acara kondangan sebagai tamu undangan, acara menikahkan anak, atau juga menghadiri acara resmi seperti seminar atau sejenisnya, maka pilihlah baju batik yang bermotif non geometris. Batik bermotif non geometris ini memiliki gambar gambar yang tidak selalu sama. Misalnya motif batiknya berupa gambar mahkota, burung, batu batuan, ayam jago, sayap, atau tanaman sulur yang saling berpadu. Batik bermotif ini bisa ditemukan misalnya dalam batik satrio manah, batik wahyu temurun, batik ceplok kesatrian dan sebagainya. Motif batik ini akan memunculkan kesan wibawa yang tinggi bagi pemakainya dan berkesan sebagai busana formal yang bernuansa santai.

  • Baju batik dengan motif geometris

Kebalikan dari batik bermotif non geometris, batik bermotif geometris ini memiliki pola pola gambar yang bisa berupa lingkaran atau persegi atau garis garis lengkung yang berulang dan bentuknya sama. Batik jenis ini bisa ditemukan di batik bermotif kawung, batik parang, batik truntum, batik sidomulyo dan lain lainnya.

Batik bermotif geometris ini akan lebih cocok kalau dibuat sebagai busana untuk kerja dan busana seragam siswa sekolah. Misalnya saja, seorang office boy, pegawai administrasi rumah sakit atau staf hotel tentunya lebih pantas jika seragam batik mereka itu bermotif kawung yang motif batiknya berupa lingkaran oval berulang atau juga bermotif sidoluhur yang motif batiknya berupa bentuk belah ketupat berulang. Batik bermotif geometris ini akan berkesan lebih formal dan memunculkan aura profesionalisme.

Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat di berbagai kesempatan kalau staf pramugari, pegawai bank, pramusaji restoran lebih cenderung untuk memakai busana kerja seragam batik bermotif geometris.

Batik geometris ini selain cocok untuk baju kerja, ternyata juga cocok untuk digunakan dalam pembuatan aksesoris seperti dompet, tas, syal, korden jendela rumah dan juga sarung bantal.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *